Jumat, 28 Desember 2012

Mencintai Dalam Diam (III)

Radit itu bodoh. Setiap harinya ia selalu mengkhayal dan berharap apapun,apapun yang tak pasti. Karena kata Radit "Yang paling pasti itu adalah ketidak pastian itu sendiri",seperti malam ini. Dibangku putih panjang depan toko buku kesayangnanya. Tak ada cahaya bulan yang terang,yang ada hanya dingin dan temaram lampu taman yang dipasang didepan situ. Sesekali Radit menggelengkan kepalanya jika khyalannya sudah terlalu tinggi melambung,seperti uap dari dalam gelas black coffe yang ada didepannya. Sesekali juga dia bercakap pada lampu taman,gagang bangku dan beberapa hewan malam yang ada. Seakan bilang kalau dia bahagia.

Radit masih berkhayal ketika seorang wanita datang. Rambutnya panjang tergerai,seperti tirai mahal dirumah orang-orang kaya,matanya sendu. Parasnya cantik,dia mengenakan celana panjang dengan jaket tebal,shal yang melilit leher jenjangnya dan sebuah topi kupluk. Tanpa suara,dia kemudian duduk disamping Radit,laki-laki gondrong,bermata hitam pekat itu..

Wanita itu Ara,dan dia masih diam saja. Radit heran,dia ingin lari kemudian menghilang,tapi ia tak menduga ketika dia masih bergelut dengan khayalnya,wanita itu datang. Wanita yang katanya tak ingin melihatnya lagi waktu itu. Wanita yang kehilangan kesadaran ditengah temaram dan dingin malam itu. Wanita yang digendong radit pulang dengan nafas yang menggebu. Tapi Radit tak bisa menipu perasaan sendiri,kalau dia sedang rindu.

"Kenapa kemari??? katanya kau tak mau melihatku lagi"  Radit memulai dengan nada suara yang datar. Namun diam-diam,dia kegirangan.

"Memangnya kenapa?? Tak boleh? Aku mau minta maaf" jawab wanita itu dengan ketus.

"Boleh,tapi minta maaf adas dasar apa? bukannya kau membenciku?" Radit,kembali datar.

"Membencimu bukan berarti aku tak boleh kesini,ketempat ini bukan??"
Radit bisu,kemudian menggaruk kepalanya,rambut gondrongnya. Sepertinya dia salah tingkah,hanya saja sedang menjaga gengsinya dihadapan wanita itu.

"Kemana kau selama ini???" kata wanita itu sambil terus menggesek kedua telapak tangannya untuk menghangatkan tubuhnya. 

"Pergi,kemanapun aku mau,tak ada yang peduli bukan?" kata Radit

"Siapa bilang tak ada yang peduli?? Buktinya aku peduli,makanya aku mencarimu kesini!' sahut Ara,pura-pura tenang,tapi tegas.

"Peduli? Apa pura-pura peduli??? karena cuma merasa bersalah telah kasar padaku??
 Harus diakui memang,Ara hanya bingung tak tau melakukan apa untuk balas budi pada Radit,sambil terus menggesek-gesekkan kedua tangannya,Ara menyembunyikan rasa bingungnya. Mengendarai perasaany sendiri begitu susah. Tapi untuk kali ini,ia merasa kalo radit memang bukan siapa-siapa,jadi kenapa harus terbebani dengan perasaan bersalah atas malam itu. Sekali lagi,Ara menggesekkan tangannya lagi,nampaknya dia begitu gelisah. Dan harus di akui,kalo Radit bukan siap-siapa. Iya,bukan siapa-siapa. Harus diakui,dia juga tak punya prasaan apa-apa untuk radit,selain perasaan bersalah,tapi...

--------------------------------------------------
Ara kemudian perdi dan berlalu begitu saja,dari belakang Radit masih pura-pura tak menatapnya,berpura-pura tak peduli. Tapi ia tak mampu,terlalu bodoh untuk membodohi perasaan sendiri. "Arggh,kenapa selalu begini? dan kenapa harus wanita itu?" geram Radit dalam hati.
Tak bisa dipungkiri,Radit masih mencintai Ara,seperti Ara yang masih tak mencintai Radit,perasaan itu selalu sama,seperti saat pertama mereka bertemu. Lakon Radit,sama seperti wayang bisu. Cuma bahan pajangan tempat menggantung perasaan.
bersambung...

Senin, 24 Desember 2012

Mencintai Dalam Diam (II)

Sejak saat itu,Radit tak pernah lagi terlihat dihadapan Ara. Ia bersembunyi,lebih tepatnya bersembunyi dari pandangan Ara saja. Dia tahu,dan masih merasa Ara begitu membencinya. Tak lagi memikirkan yang lain. Radit begitu mencintai Ara,tapi tak pernah mengunggkapkannya. Sejak pertama kali bertemu dengan Ara didepan toko buku bertuliskan 'Book Zone's & Coffe Corner',Radit telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Ara. Mungkin terlihat begitu klise dan terlalu umum. Terlalu dini dan basi bicara cinta pada pandangan pertama.

Bagi Radit,apa yang dirasakannya semua adalah benar,bahwa Ara adalah cinta pada pandangan pertamanya. Tapi mungkin bukan cinta pertamanya. Dan kadang,semua orang butuh pembenaran terhadapa apa yang dilakukan dan dirasakannya.

Seperti sore itu,seperti biasa dan masih bersembunyi dari Ara. Radit masih duduk membaca sebuah novel bercover hitam pekat dan tebal,terlihat ada headset ditelinganya,sepertinya dia mendengarkan lagu dan membaca dengan serius. Suasana di toko buku andalan Radit ini selalu menentramkan hati. Radit duduk diatas sofa disamping jendela kaca besar. Dari luar Radit nampak seperti barang dagangan yang menjadi andalan.

Dihadapan Radit,duduk dengan rapih dan uap seperti kebakaran kecil secangkir Americano,nampak juga lima cangkir lainnya. Sepertinya Radit yang sejak pagi duduk telah mengahabiskan 5 cangkir Americano dan satu cangkir lagi yang belum disentuh sama sekali. Jadi totalnya 6 cangkir Americano yang telah ia hirup dari tadi.

"Gak tau kenapa,Radit kelihatannya murung terus dari tadi,mungkin dia stres kali" kata seorang barista kepada Rachel yang baru saja datang.
 Rachel adalah sahabat kecil Radit,mereka tak pernah berpisah dari kecil. Namun diam-diam,Rachel,cewek yang terbilang feminim dan anggun ini didepan orang banyak ini selalu terlihat kelaki-lakian dihadapan Radit dan selalu tidak menarik. Diam-diam juga,Rachel menyimpan rasa pada Radit yang bengel dan brandalan ini sejak kecil,Radit adalah cinta monyet Rachel. Dan Radit tak pernah mengetahui itu.

"Serius??? Udah 2 minggu saya gak ketemu dia soalnya,baru pulang dari luar kota" sambung rachel merespon dengan nada tak beraturan.

"Kalau gitu,mendingan saya samperin dia sekarang" lanjut Rachel antusias.
Rachel lalu berjalan meninggalkan barista itu,kemudian menghampiri Radit. Rachel berjalan pelan,menjinjit dari belakang,berniat mengangetkan Radit.
"Hoooy!!! Ngapain lo ngelamun sendiri gitu???" teriak Rachel mengagetkan Radit,atau Radit cuma pura-pura kaget? entahlah.

"Ngagetin aja lo! Siapa yang ngelamun? gue lagi baca nih! Lo kagak liat apa???" kata Radit sambil melepas headset dan meletakkan buku hitam tebalnya itu.
Kemudian seorang wanita masuk berjalan dengan seorang laki-laki tinggi,rapih,dan tampan. Radit dan Rachel sepertinya mengenal wanita itu. Wanita itu adalah Ara,cinta pada pandangan pertama Radit dan Rachel tau itu.

Radit membereskan semua barangnya dan menyeruput sisa terakhir dari Americano miliknya sambil berkata pada Rachel.
"Gue harus pergi!" Radit berjalan keluar tanpa menoleh.
Radit berjalan pergi,memandang lurus tanpa menoleh. Pergi begitu saja.

Nampaknya dia ingin terus bersembunyi dari Ara. Juga,Radit begitu sakit hati ketika melihat Ara berjalan dengan laki-laki lain. Rachel yang ada disitu cuma terdiam. Dia tahu,sesuatu mungkin telah terjadi. Tapi tak bisa membohongi hatinya juga kalau dia mencintai Radit.
"Andai lo tau Dit,gue kangen dan sayang banget sama lo" ucap Rachel dalam hati.
bersambung...

Sepotong Cerita Tentang Menunggu

Gue lagi dengarin lagu 'A thousands Year'nya Christina Perri  nih,lagunya tentang menunggu,menuggu seorang yang dicintai. Entah kenapa,setiap dengerin lagu ini,gue merasa begitu pas dan liriknya ngena banget.

Bicara tentang menunggun,berarti bicara tentang kesanggupan buat menanti. Banyak sekali orang yang menuggu cintanya datang setiap harinya. Bahkan banyak yang menunggu karena begitu yakin bahwa cintanya akan benar-benar kembali,iya,benar-benar kembali padanya.

'Menunggu itu sesuatu yang paling membosankan' itu kata-kata yang sering banget gue denger dari semua orang yang pernah gue aja ngobrol tentang bagaimana rasanya menunggu. Menunggu itu seperti diam dalam air,tak berenang dan jalan kemana-mana. Semua orang yang menunggu dengan begitu,bisa dikatakan orang setia. Dan semua orang yang menuggu dengan setia bisa dikatakan bodoh.

Begitu juga yang gue alamin pada pertengahan 2009,waktu itu gue SMP dan sedang jatuh cinta ama seorang cewek. Mungkin bagi sebagian orang ini cinta monyet,tapi bagi gue bukan. Dia cinta kecil gue. Dan bakalan tumbuh dan besar seiring umur gue bertambah. Dia juga bukan monyet,jadi ngapain dibilang cinta monyet??

Mulai dari minta nomor hpnya,dengan gaya meminta yang begitu banci,cuma berani lewat teman,gue menikmati fase awal-awal mencintai seperti itu. Gue inget,dia temen Kursus bahasa inggris gue. Kita sekelas,tapi gak saling kenal. Dia temen satu sekolah,juga gak saling kenal,gue pertama kali liat dia juga aktu kelas 2 SMP. Mungkin sebelumnya pernah liat,tapi lupa dan belum cinta. Setelah meminta nomor hp,ada rasa yang ngebuat berani untuk sms duluan. Setelah berani sms duluan,tapi respon dia gak baik-baik amat. Terus-terusan sms aja,siapa tau semuanya bisa berubah.

Waktu terus berputar,kalender kembali dibalik dan pulsa tiap dua hari harus diisi. Cinta membuat semuanya begitu cepat dan keadaan mulai berubah. Kita mulai dekat 'Yeah' teriak gue dalam hati. Mulai saling mengingatkan makan,saling perhatian dan saling merendahkan diri sendiri,sebagaimana kebodohan cara mencintai remaja pada umumnya. Tapi ada yang beda,karena kita gak pernah saling bicara secara langsung. Semua kedekatan yang kita alami cuma didunia maya. Ya,dunia maya. Padahal kita satu sekolah dan satu tempat kursus.

Hingga suatu hari,ketika perasaan yang ada didalam hati ini terus membuncah,gue gak tahan lagi dan putusin buat ngungkapin perasaan yang entah berantah ini. Mungkin cerita ini begitu klise,terjadi pada banyak orang,dari dulu hingga sekarang. Tapi semua cerita yang terjadi itu menurut gue beda,karena orang lain gak pernah jadi gue,dan gue gak pernah jadi orang. Gue memutuskan untuk nembak dia. Dan gue ditolak.

Ada sakit hati ketika ditolak,rasanya semua yang dilakukan selama ini begitu sia-sia. Gue juga berpikir,mungkin ada yang salah dari gue,atau dia yang salah. Kita mngoreksi sama-sama,dan kita berteman. Mungkin karena gue rada' begok',dan memang keras kepala. Suatu hari,gue beraniin diri buat nembak dia lagi, dan?? gue lagi-lagi ditolak! Sejak saat itu,gue memtuskan untuk menunggu dia. Gue mungkin ditolak berkali-kali. Tapi itu gak mempan. Dan hingga kapanpun dan aku gue gak tau ujungnya sampai kemana.

Berkomitmen untuk menunggu sesorang kembali itu berarti bersiap menerima sakit hati sepanjang hari,hingga dia pergi jauh. Jauh sekali. Entah sampai kapan orang yang bisa disebut tolol karena menunggu ini bertahan. Bertahan sebagai gila yang berusaha untuk setia,bagi sebagian orang gue mungkin dikatain gila. Tapi bagi gue itu salah! Karena gue bahagia ketika nungguin dia datang. Walaupun itu cuma mimpi buat gue.

Pada akhirnya,orang yang tetap pada pendiriannya untuk menunggu,berarti siap-siap kesepian,karena selalu menutup,bukan menutup,tapi membuka sedikit ruang untuk orang lain akan merasa kesepian. Dan bagi gue ada beda tipis antara definisi kesepian orang lain dan bahagia gue sendiri.

Jumat, 21 Desember 2012

Mencintai Dalam Diam

Sepanjang jalan,langit telah begitu gelap. Udara telah terlalu dingin untuk di ajak kompromi soal hati. Tak ada yang lewat lagi selain angin yang sejak tadi membawa dingin. Didepan toko buku,ada sebuah kursi putih panjang. Ara duduk disitu sendirian semenjak tadi,dia tak kenakan jaket ataupun pakaian tebal lainnya,padahal sejak tadi dingin telah mengintai tubuhnya untuk jadi santapan sedap. Disana,entah dia menunggu sesuatu ataupun merenungi sesuatu,yang jelas dia telah disitu dari tadi sore. Diam,hanya diam.

"Hey,sedang apa kau disitu??" teriak seorang laki-laki sambil berlari 
Ara masih terdiam,tak menjawab. Nampaknya dia begitu kedinginan
Laki-laki itu terus berlari mendekat,dia memakai pakain tebal tertutup dan celana jeans berwarna hitam,dia berkacamata dan memakai sarung tangan dari rajutan. Mulutnya terus mengeluarkan uap,nafasnya naik turun tak beraturan. Nampaknya dia begit khawatir dengan Ara.
"Kenapa kau?? Bisanya kau ada disini,banyak orang disana mengkhawatirkanmu" tukas laki-laki itu.

"Tinggalkan aku,aku lagi ingin sendiri disini" jawab Ara lemas. Sepertinya Ara sedang tak enak,mungkin karena tak tahan kedinginan.

"Apa mungkin aku meniggalkanmu disini?? laki-laki macam apa aku jika sampai berbuat seperti itu" sambung laki-laki itu tegas.

"Pulanglah,aku tak mau melihatmu! Aku ingin sendiri!!" suaranya mengeras,namun wajahnya semakin pucat kedinginan.

"Tak usah bodoh! apa kau tak rasakan betapa dinginnya malam ini?? Mungkin kau tak mau melihatku,tapi aku yang mau melihatmu. Aku tak tega,melihatmu kedinginan diluar dan menjadi bodoh seperti ini!!" balas laki-laki berjaket tebal itu.

"Pulanglah,dengarkan aku kali ini saja,setelah ini aku janji akan pergi dari hadapanmu"
tatapan mata laki-laki itu seperti memohon pada Ara,tapi rasanya seperti ada sesuatu yang beda. Apa peduli seorang laki-laki dengan wanita yang mengusirnya seperti itu.
Ara mulai berpikir sejenak,namun ia merasakan sesuatu yang gila. Kepalanya terasa beku dan seketika matanya gelap.. kemudian....

-------------------------------------

Ara mendapati dirinya sedang berada diatas tempat tidurnya sendiri,dengan balutan jaket laki-laki yang menjemputnya tadi malam. Entah apa yang membawanya bisa sampai kerumah. Dia berusah bangun,tapi kepalanya masih sakit dan dia mengerang. Tak berapa lama,Ibunya masuk membawakan sepiring sarapan dan teh hangat.
"Semalam,Radit menggantarmu pulang, katanya kau pingsan ketika dia menemukanmu dibangku depan toko buku" Ibunya memulai pembicaraan.

"Dia berkata apa pada ibu???" sambung Ara dengan lemas.

"Tidak,dia tidak berkata apa-apa. Dia hanya masuk dan menggendongmu kekamar. Kemudian dia berpamitan dengan Ibu dan pergi. Ibu khawatir dengan keadaanmu semalam.
Ara kemudian hanya terdiam,dia berpikir kenapa Radit begitu peduli padanya,sejak perkenalan pertama mereka dulu,Ara tak begitu suka dengan Radit. Radit begitu cuek,kumal,dan penampilannya tak terawat. Tapi entah kenapa,Radit selalu berusaha peduli dengan Ara dan Radit tau semuanya tentang dan kebiasaan Ara. Ah Radit,dia membuat Ara begitu bingung sekarang. Tak tau kenapa dan bagaimana bisa khawatir. Ara memikirkan kemana Radit setelah dia pergi mengantarkannya pulang dan bagaimana Radit bisa mengetahui Ara berdiam di kursi panjang itu tadi malam??? Ahhrrgkk!

bersambung....

Tertinggal Dalam Masalah Hati

Setiap hari setelah sekolah gak belajar lagi dengan normal,hidup terasa begitu sempurna. Karena waktu untuk tidur selalu lebih banyak,tapi malamnya gak pernah tidur. Setiap hari juga ketika gue sedang tidur,mereka(ank sekolah lainnya) mereka udah berangkat sekolah pagi-pagi. Dan ketika gue yang pergi sekolah,mereka sudah pulang. Sekolah selalu sepi ketika gue datang. Alhasil,gue selalu tertinggal.

Semua kejadian diatas selalu seirama dengan hal-hal lain yang terjadi dalam hidup gue,entah apapun itu. Gue selalu tertinggal. Apalagi dalam masalah hati,masalah cinta. Dulu,ketika gue belum kenal namanya pacaran dan jatuh cinta,temen-temen gue udah jago godain cewek dan tentunya mereka udah punya pacar Trus,ketika gue baru aja kenal jatuh cinta dan masih jadi pemuja rahasia,mereka udah pacaran ama cewek yang gue suka. Ketika mereka semua udah pacaran 10 kali,gue udah ditolak 5kali. Dan ketika gue berhasil dapatin satu orang cewek,mereka udah hamilin anak orang. Oke,ini bodoh tapi kenyataan. Dan sekali lagi gue tertinggal.

Entah kenapa,semuanya berlalu begitu saja,dan rasanya nasib selalu mempermainnkan gue dengan maksimal tanpa toleransi dan rasa pengertian. Gue selalu beda dengan yang lainnya. Seperti yang lainnya lahir jauh lebih dulu dibandingin gue. Selalu ada perbedaan yang nyata dan semunya selalu mendiskriminasikan diri gue sendiri. Semacam ada pembodohan dalam kasus hidup gue dengan bagaimana menjadi orang yang tertinggal dalam masalah hati.

Pada perjalanannya,orang-orang yang tertinggal dalam masalah hatinya seperti gue selalu jadi pesakitan. Tertinggal dalam masalah hati seperti ini menjadikan cinta buat gue adalah pisau dengan dua mata yang ketika gue pegang cuma bisa buat gue luka. Gak lebih. Dan semuanya terus berlanjut,gue seperti dilahirkan sebagai generasi patah hati. Kenapa ini bisa terjadi? ini masih misteri yang sedang ditelusuri NASA dan kabarnya kiamat tak jadi datang hari ini.??? heheh udah-udah,gue mulai ngelantur. Hanya satu yang gue selalu terdepan dari mereka yang tertinggal dalam masalah hati,yaitu patah hati.

Sambung lagi tentang masalah hati yang tertinggal. Ketertinggalan dalam masalah hati adalah semua masalah yang kompleks. Lebih kompleks daripada nilai rapot juga yang selalu tertinggal. Dalam permasalahan tentang hati,orang-orang yang tertinggal seperti gue selalu hidup untuk berjuang sendiri,mempercepat laju agar tak tertinggal lagi. Dan orang-orang tertinggal dalam masalah hati mungkin bisa dibilang sebagai "idiot cinta". Orang-orang yang tertinggal dalam masalah hati,menjadi orang yang terlalu banyak berharap. Kemudian orang-orang yang tertinggal dalam masalah hatinya,mungkin hanya bisa jadi pecundan,tapi semoga itu bukan gue. Dan pada akhirnya hanya satu hal yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang tertinggal dalam masalah hati seperti gue,berlari dan terus berlari. Agar nanti gak tertinggal lagi.

Sabtu, 15 Desember 2012

Percakapan Tengah Malam

Percakapan dengan seorang wanita pecandu sepi,dia mengajakku memutar balikkan semua kata,membingungkan dengan berbagai persepsi aneh tentang keadaan didalam sebuah cinta. Dia mengungkapkan tentang cintanya. Dia luarbiasa.

Dia: "Pada dasarnya" itu bukan segalanya, ada saat dimana kata putus itu seperti kebahagian fatal saat kata itu keluar dari mulut pemilik cinta diantara sudut segitiga.
Aku: Kebahagian fatal yang seperti apa? Bukannya ketika ada putus yang terlempar bisa jadi bersamaan dengan adanya kesakitan? meskipun diantara sudut segitga sekalipun. Bukan kebahagian
Dia: Semua orang butuh pembenaran atas tindaknannya. kau tau bagaimana rasanya mencintai milik orang dengan amat parah?
Aku: Mungkin. Tapi tidak semua. Aku tau rasanya mencintai milik orang dengan sangat parah. Seperti menikam diri sendiri untuk hidup lebih lama. Seperti bernafas lewat tabung oksigen padahal udara jelas sangat bebas. Dan aku merasakan rasa itu menahun dalam hidupku.
Dia: Serupa mimpi yang menjadi nyata, dia kini disampingku, milikku, tak lagi sudut segitiga, hanya garis lurus agar dua sudut bersatu, meski ada dosa. menurutmu bagaimana?
itu luarbiasa. Ketika dia telah menjadi garis lurus dengamu. itu artinya di telah menjadi garis lengkung untuk yang lainnya.
Aku: Sebenarnya itu bukan dosa ataupun kesalhan, karena dalam cinta dan perang semuanya adalah pembenaran yang alami. Bukannya mengambil milik orang lain,tetapi itu milik mu. Sama halnya dengan yg kuktakan tdi. kamu seperti menghirup oksigen dari tabung,padahal diluar sana udara begitu bebas untukmu. Tak ada yang salah jika itu membuatmu bertahan hidup.

Dia: Ah, ada satu lagi yang masih menggantung dan menakut nakutiku. kau tau karma kan? aku takut calon musuh besarku ini mengambil dia dari ceritaku. menempatkan aku diposisi sebaliknya. membuat aku bernafas tak lagi menggunakan tabung, tapi tanpa apapun.
Aku: Aku tau karma. Kemarin,3 tahun yang lalu. Mungkin seseorang yang kucintai saat itu ditinggalkan oleh yg merebutnya dariku. Dari situ aku mengenal karma.Jika dia membalikkan keadaan dan menempati posisi yang kau tempati sekarng,tak usahlah kau takut. Belum tentu 2 hari kedepan kau akan mencintai seorang yang sama. Ketika dia mengambilnya dan ketika dia mengambil tabungnya. Banyak hal diluar sana akan selalu membuatmu bernafas. Bernafaslah dengan udara bebas.
Dia: Kata-kata manis. semoga semanis kenyataannya nanti. sayangnya aku hanya terlalu pesimis. seperti yang kau tau, kehendak dan takdir biasanya tak bersahabat baik..
Aku:kenapa kau begitu pesimis??? tak selamanya takdir tak bersahabat? kenapa kau tak berusaha dan memantaskan dirimu untuk dicintai oleh takdir yang baik?
Dia: Sudahlah, semenjak cinta ini datang, sepertinya segala prasangka membuntuti dari belakang. mengapa kau tak ceritakan saja kisahmu? aku ingin menguji pendengaranku..
Aku terdiam sejenak,berusaha mengingat satu hal. Ini adalah masalah pahit.

Aku: Kisahku terlalu buruk untuk diceritakan. Baiklah. 3 tahun yang lalu aku begitu mencintai seorang wanita dengan penuh pengerbonan. Tapi setahun yang lalu dia pergi dan tak kembali hingga saat ini. tapi Aku masih disini,berusaha menunggunya kembali dengan keadaan yang begitu kritis.
Dia: Apa mungkin maksudmu pergi sebelum termiliki?
setiap hari 1 cinta baru lahir. ini sudah 1 tahun bkan? ada 366 cinta baru telah terlahir. mengapa tak kau cicipi satu?
Aku: Iya maksudku itu,begitu dramatis bukan?
Stiap hari mungkin 1 cinta terlahir,tapi belum tentu 1 dari semuanya tercipta untukku. tapi aku telah mencoba,mlewati beberap cinta. Tapi tak ada yang seindah dia. Dia bisa membuatku menunggu sampai hari ini. Aku bernafas dengan ketidakpastian dan rindu ketika menunggunya.Dia membuatku bahagia
Dia: Banyak orang bilang, lakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia. jika menunggu kepastian bisa membuatmu bahagia meski dalam luka, apa lagi yang kau permasalahkan? tapi, teruslah mencoba, siapa tau ada 1 cinta baru yang memang lahir untukmu bukan? hanya percaya saja, jika dia memang cinta yg baik, dia akan kembali. lewat jalan manapun.
Aku: Haha.semoga saja apa yang kau katakan akan menjadi benar kelak pada hidupku.
Hanya satu hal aku permasalahkan,apakah aku akan bertahan selamanya seperti ini??

Dia: kau belum mengerti juga rupanya. hidup itu bukan statis yang dramatis. biar kuberitau, dari sudut pandangku. cobalah menemukan 1 cinta yg lahir besok, atau esoknya lagi mungkin. Tuhan itu ada dan adil, Aldi.
Aku: iya. Maaf aku lupa dan terlalu terbawa suasana.
Aku tahu tuhan ada dan tuhan itu adil. Dan aku msekarng mengerti. Aku akan jalan saja seperti ini,hingga nanti langkahku akan membelok sendiri,ketujuannya yang paling akhir. Dia.
Dia: seperti itu mungkin lebih baik. kita pernah sama" menanti. bedanya langkahku telah berhenti, dan kau harus berjalan lagi. aku jadi ingat 5 tahun yg lalu, saat posisiku sejajar denganmu. memulai penantian dan tak tau belok kemana. siklus seringkali mempermainkan kita rupanya.
Aku: kenapa kau bisa terhenti???
Siklus memang selalu begitu,mempermainkan dan mempremalukan orang yang selalu menanti dan tetap berdiri. Dia mungkin senang mengganggu org-orang seperti kita. Yang berdiri diatas sebuah masalah

Dia tak menjawab,dia pergi begitu saja. Entah kemana. Aku diam. Sendiri disini,menyoret tanah,siapa tau bisa membuatku bahagia. Lagi

Jumat, 14 Desember 2012

Tentang Putus

Putus cinta itu kayak panjat tebing tinggi-tinggi tapi kemudian jatuh.
Sebenarnya inihanya konsep keadaan dari putus. Gue denger akhirakhir ini temen-temen gua banyak yang putus ama pacarnya. pas ngedengerin kata putus,ada sedikit eh bukan sedikit,tapi banyak sakit yang gua rasaain walaupun bukan gua yang putus.

Setiap putus,hampir setiap orang selalu menyesal dengan keadaan itu. Pada saat putus juga,gak jarang kenangan-kenangan yang dilewati waktu pacaran dulu selalu terbayang,sebulan,dua bulan,tiga bulan dan seterusnya. Setiap harinya saat awal-awal putus,kita kadang merasa selalu ada yang kurang pada saat itu. Misalnya pas lagi duduk sendirian siang-siang depan tv,biasanya ada sms masuk yang ngingetin supaya jangan lupa makan. Setelah putus,gak ada lagi yang ngingetin makan. Jadilah kelaparan,nunggu ada yang nyuruh makan. Sampai minta temen sebelah kamar untuk ingetin makan,trus dia juga pura-pura ingetin,baru kamunya mau makan. Oke,ini bodoh. Biasanya ketika lagi nongkrong,ada yang ingetin pulang,tapi tiba-tiba gak ada. Aneh,janggal.

Pada dasarnya,semua yang menyangkut tentang putus itu menyakitkan. Seperti lagi menjahit,ketika lagi seru-serunya ngejahit kita akan lupa kalau betepa besarnya resiko kita ditusuk jarum. Dan setelah ditusuk jarum kita baru sadar kalau ngejahit itu bisa sakit. Begitu halnya dengan putus,waktu lagi pacaran kita gak pernah sadar bahwa ketika putus nanti,kita bakalan ngerasaan sakit,bahkan lebih sakit dari pada ditusuk jarum.

Tetapi,pada kenyataan tetep aja banyak orang yang mengambil resiko itu,mengambil resiko untuk berpacaran. Mengambil resiko untuk berpacaran,berarti juga untuk mengambil resiko untuk putus menerima kesakitan yang lebih. Mereka banyak yang tidak peduli,karena bagi mereka itu adalah jalan yang diambil. Gak sedikit juga orang yang telah putus,menikmati rasa sakit itu. Mereka justru bahagia untuk tetap setia pada jalan yang menyakitkan,tapi bahagia dari mereka. Mungkin,bagi sebagian orang,putus itu bukan tentang rasa sakit,tapi ada kebahagian tentang setia yang mungkin gak dingerti orang lain.

TITIK TERAKHIR

Aku ingin mencintaimu sampai titik terakhir
Menarik goresan yang sedikit bengkok,sampai akhir
Kemudian mengangkat kepalaku kembali hingga terakhir
Mengangumimu dengan tanda yang tak dibaca,tapi menetap dan akhiran-hir

Kamu adalah suatu batasan tanpa spasi
Yang selalu lebih pasti
Daripada kepastian itu sendiri

Kamu adalah apa yang tak sempat dikatakan semua orang secara utuh
Terbata-bata dengan kukuh

Kamu adalah titik terakhir
Dalam khayalanku
Dan kamu adalah titik terakhir
Aku harap,dalam masa depanku.


Rabu, 12 Desember 2012

121212

Selamat 121212. yeah!!!

  Banyak sekali orang yang setiap harinya memikirkan tanggal,yap. Memikirkan,memilah,dan memelh tanggal yang baik untuk melangsungkan kegiatan atau apalah namanya yang penting buat mereka. Seperti jadian. Dan kali ini gue akan ngebahas tentang itulah, Pokoknya baca!

  oke,setelah sekian lama berkelana mencari tempat pertapaan untuk mempelajari hal ini...aaah udahlah ribet yak!

  Jadi gini,banyak orang yang menempatkan persepsinya masing-masing untuk suatu hal yang sama sekali gak seharusnya untuk dipikirkan. Apalagi remaja jaman sekarang itu selalu mencari-cari cela agar semua yang dilakukannya terasa sempurna dan so sweet. Seperti halnya memilih tanggal,waktu,hari dan apalah yang tempat untuk suatu hal,misalnya tanggal jadian. Walaupun dengan pemaksaan.
 Gue udah banyak ngeliatin orang-orang diluaran sana terlalu alay. Mereka menginginkan apa yang terjadi sama mereka hari ini harus sama seperti apa yang mereka tonton kemaren,paling gak miriplah tapi gak ada bedanya. udah,intinya sama aja. Seperti halnya tanggal jadian,banyak dari mereka menginginkan tanggal-tanggal yang bisa dibilang sebagai nomor cantik seperti 010101 sampe 121212 sekarang. Karena biar bertepatan juga,gue ikut nulis ini. Gue masih bingung apa masalahnya coba nepatin tanggal buat jadian? gak ada pentingnya. Misalkan lo cowok trus pengen jadian tanggal 121212 biar dikira sosweet? lah, ntar misalkan elo ditolak gimana? Ancurkan tu sosweet lo? Trus misalkan lo cewek,jomblo. Trus,pengennya juga jadian tanggal segitu,emangnya ada yang mau?? Udahlah gak usah pada gila mikirin tanggal. Apa gunanya juga kalau semuanya pemaksaan??? Jadian itu bukan masalah tanggal yang sosweet dan pemaksaan yang amit,tapi tentang bagaimana menghargai isi hati.

  Gue juga mau cerita tentang prilaku dan demam tanggal sosweet yang amit dan gue alamin sendiri. Gue juga pernah bodoh kayak umumnya remaja sekarang yang pengen jadian gitu. jadi ceritanya gini. Gue pernah suka ama cewek,anak kelas sebelah disekolahan. Dia cantik,manis. Kayak permen mirip barbie. Setelah beberapa lama PDKT gue nyari-nyari tanggal yang tepat buat nembak. Kebetulan saat itu jamannya Royal Weddiing di Britania sana,waktu Kate Middleton nikah. Gue ikut-ikutan dong nembak sama pas tuh tanggal. Tibalah hari dimana saat Royal wedding dilaksanakan. Gue juga udah siap pakai pakaian rapih setelan kerajaan,pake topi dan bawa tongkat pake mobil Roll Royce. Eh.. maaf salah. Itu bukan gue. Lanjut,gue dengan setelan kumalnya (always) nyatain perasaan gue. Dan gue ditolak saudara-saudara. Tapi yaudahlah. Intinya gue mau bilang,jadian itu bukan tentang pemaksaan tanggal,tapi tentang kamu dan dia yang udah sama-sama yakin dalam ngejalanin perasaan.

Minggu, 09 Desember 2012

Membosankan

Pagi!!!! hoaaammm. Gue ngepost lagi nih. Mumpung ada waktu.

Bangun pagi gue hari ini diawali dengan "Pagi yang Menakjubkan"- Sheila on 7. But,hari ini dengan suksesnya gue dibuat bosan. Entah dengan suasana rumah dan tingkah adek gue yang makin lama makin menjadi-jadi. Tadi pas bangun pagi dan buka pintu kamar dia lagi pasang kuda-kuda seperti kecoak terbalik sambil makan pukis. Tapi udahlah dia memang unik (baca: begok)
Kembali lagi dengan minggu pagi yang membosankan. Jujur,gue jarang banget yang namanya minggu pagi dirumah. Karena hampir tiap minggunya gue banyak kegiatan organisasi diluar. Dan setelah kembali ke minggu pagi lagi,rasanya begitu membosanakan. Seperti balik lagi ke hati mantan yang lama udah terlupakan. Mungkin sekian dulu,gue bosen nih! Ah

Sabtu, 08 Desember 2012

Kacamata pecah!

Selamat sore semua!!! oiya gue benci sore.

Hari ini gue baru aja pulang sekolah soalnya tadi ada ujian semester dan sekarang gue lagi jengkel dan.. udahlah!
Hari ini Kacamata gue pecaah lagi,entah ini sudah yang ke5 kalinya pecah dalam setahun ini,selama gue masuk SMA. Gue benci sekaligus sakit hati,kenapa sih harus terus-terusan pecah dan kenapa gue harus pake kacamata? Karena mata lo minus! Oh iya lupa.

Selama beberapa kali pecah,gue pernah punya pengalaman bodoh waktu kacamata gue ini pecah untuk kesekian kalinya.

Disuatu pagi menjelang tengah malam,dikelas paling jelek disekolah,gue bareng temen gue Aqil melakukan kegiatan ekstrim yang seperti sebelum-sebelumnya gue lakuin ama dia. Aqil adalah cowok yang terkenal ekstrem disekolah,dia selalu terinspirasi dengan Serizawa dalam film CrowZero. Aqil selalu terobsesi dengan sesuatu aygn berbau gengster dan anime,salahsatunya juga film naruto. Dia juga mengidolai Sasuke Uciha. Sampai-sampai nama Facebooknya pun Aqil Rudiya Uchiha,saking ngefansnya dia pernah gak jajan seminggu cuma buat ngumpulin uang untuk beli contact lens sharingan,persis ama mata Sasuke. Ya udah,kesimpulannya Aqil memang cerdas dan unik (baca: gila). Kembali lagi ke kegiatan ekstrem gue bareng Aqil. Dalam kegaduhan kelas Aqil berdiri kemudian dia 1 barisan dari 2 buah kursi,kemudian dia manggil gue.

"Die,sini! Lihat,gue mau lompatin tuh kursi!"

"Emang lo bisa??" sahut gue sinis sambil cakar tembok.

Kemudiaan.... Ciaaat!!! Aqil berlari kemudian melompat dengan gagah beraninya.
Dia berhasil ngelewatin 2 kursi itu.

"Haha,Ini dia sang pelompat!" sahut gue sambil tertawa.

"Sekarang giliran lo die,Ah bencong lu gak berani! sambung Aqil.

"oke,siapa bilang gue takut,sekarang kita buktikan mana yang bencong" sahut gue gemetaran. Kejang-kejang kemudian mulut berbusa. (oke. ini lebay)

Kemudian gue berlari dan memberanikan diri... Ciaaaat!!!
Dan.. Gue sukses!!! Yeah!!

Naik ke level selanjutnya,kursi ditambah oleh Aqil menjadi 3,kemudian 4. Gue pun sukse melakukan lompatan dengan begitu sempurna. Teman yang lain cuma bisa terbengong2 melihat aksi gue. *nyengir kuda

Sampai pada akhirnya Aqil nambahin satu kursi lagi menjadi... 7 tedetedetedet.. oh iya 5 maksudnya.

Aqil kemudian mengambil aba-aba jauh dan berlari sambil berteriak kencang dan dalam satu kali lompat dia berhasil melewati 5 kursi yang berbaris lurus.

Yang lainnya bertepuk tangan dan bilang

"Aqil memang jago yah"
"iya"
"iya"
"iya-yah,aqil keren"

Dengan tampang bodohnya dia berlagak sok keren didepan wanita dan teman laki-laki seperjuangan kita. Jelas,gue gak terima gitu aja. Sebagai cowok keren seantero WC gue gak tinggal diam. Gue berlari dan melangkah kedepan papan tulis mengambil aba-aba dan...

Gue kemudian berlari kencang sekencang-kencangnya,kancing baju gue mulai terlepas satu-persatu,kacamata gue silau menyala ala conan. Dan dalam satu hentakan.. Hiaaaaat... Gue meloncat seperti terbang,baju gue seperti sayap batman atau lebih tepatnya kupu-kupu hitam,langit mendadak hitam dan waktu terhenti,gravitasi juga berhenti. Seperti di film-film semua orang hanya bisa terbengong melihat gue terbang dan mungkin mereka membayangkan dalam hati betapa kerennya Aldi sang kupu-kupu hitam.

Dalam fantasi terbang melayang,ternyata kaki gue kesandung kursi ke5 dan akhirnya...

Braaaakk!!!!
Gue nempel ditembok kayak cicak yang ekornya putus dan kacamata gue jatuh. Semua teman-teman gue mulai ngerubungin gue kayak orang kecelakan lalu lintas. Tapi,yang pertama kali gue cari adalah kacamata,iya kacamata gue. Dari sela-sela kerumunan orang gue lihat dibawah meja temen gue yang lainya sedang mengais-ngais kacamata gue yang pecah. Rasanya gue pengen nangis ngeliat itu semua,gue pengen lari kehutan lalu belok kepantai,eh kok jadi AADC. Maaf-maaf. Ngeliat gue sedih temen-temen gue yang prihatin berniat ngebantu gue,buat beli kacamata baru. Semuanya dengan ikhlas dan tatapan nanar berairmata mengeluarkan uang jajan mereka dengan ikhlas hingga terkumpul uang 30 ribu rupiah.

Seorang dari mereka lalu bilang ke gue.
"Die maaf,ini buat ganti kacamata lu,emang berapa harganya??"

Gue jawab dengan tangis... "Gak usahlah,ini harganya 500ribu"

Kemudian ada hening yang panjang. Seperti adegan dramatis di film-film mereka semua saling bertatapan satu sama lain.

"Udahlah gak usah. Gue gak apa-apa sih kacanya pecah,tapi masalahnya gue gak tau mesti ngomong apa sama nyokap" lanjut gue.

"Berarti gak jadi nih??" satu orang temen nyeletuk.

Mereka masih saling tatap. Kemudian tak berapa lama mereka serempak mengatakan

"Syukur Alhamdulillah,uang jajan kita gak jadi keluar hahahaha"

Mereka sambil tertawa dan gue pun ikut tertawa. Dan gue pun mikir dengan apa yang terjadi barusan. Gue juga gak tau harus bilang apa sama nyokap padahal kacamata ini baru aja diganti minggu kemarin. Tapi ketika temen-temen gue ketawa mau gak mau gue tetep ikut ketawa. Ada rasa sedikit lega setelah tertawa. Dan satuhal,masalah gak bisa diselesaikan dengan uang tapi justru dengan ketawa. Kecuali,masalah hutang lo sama bank.

Rindu,dan Kenapa harus ada rindu?

Rindu,gue cuman pengen tau satu hal tentang rindu. Rindu itu datang darimana sih??? Kenapa bila ada rindu selalu ada dorongan buat kepengen ketemu. Gue gak ngerti dan gak tau kenapa harus ada rindu?? rindu itu salah satu pencipta ruang hampa dalam hati kita. Dan sampai sekarang pertanyaan yang gue buat sendiri itu yang selalu membayangi gue. Entah kenapa selalu ada katai yang bersangkutan dengan rindu dalam hari-hari kita. Seperti kamu,dia,kita,dan mereka.

"Rindu itu muncul dari kenangan yang pernah kita lalui" itu kata temen gue


Ada benarnya juga sih,mungkin juga rindu itu datang karena kita jarang ketemu atau gara-gar kita saling cinta tapi gak pernah bilang??

Entahlah mungkin rindu itu diciptain Tuhan buat kita supaya kita gak pernah lupa sama seseorang yang pernah hadir dalam hidup kita. itu kesimpulan yang gue ambil sendiri dari pengelaman gue. Entah udah berapa kali gue merindukan yang lain seperti merindukan dia. Yang jelas rindu itu selalu ada. Dalam setiap nafas kita.

Semester Ganjil dan Keganjilannya

Oke. bangun pagi ini dengan semngat untuk berjuang dengan backsound "someone like you" dari Adele membuat pagi ini berasa lebih loyo. Nah,kok lagi-lagi bicara tentang someone like you itu loh yang ngebat pagi ini jadi.. tapi biarin ajalah. Harus tetap semangat donk!!!

Gue mau bilang kalau pagi ini gue udah mulai ujian semester ganjil,gak terasa yah??? padahal rasanya baru kamerin masuk SMA trus tiba-tiba sekarang udah mulain semesteran aja. gue makin berasa tua disekolah jadinya dan gak kerasa lagi sebentar gue pun akan nerusin kuliah dan meniggalkan orang tua. Emang sih gue masih kelas 2 SMA tapikan udah gimna gitu kayak gak punya waktu lagi buat main-main dan bertingkah bodoh kayak pas waktu SMP. Ah,gue semakin harinya semakin teringat ama kisah-kisah bodoh kita dulu. pas lagi nongkrong bareng teman-teman kita selalu bicarain hal itu. Kebetulan temen SMA dan SMP gue masih aja orang-orang yang sama,orang-orang yang berpikir untuk selalu jadi orang gila. Gue jadi teringat ama satu hal pas lagi duduk ama teman-teman.

"Gak kerasa yah,lagi bentar kita kuliah!" nyeletuk gue.

Hening sesaat,mungkin mereka gak tau mau ngomong apa.

"Iya,kita udah tua,perasaan baru kamren aja kita masuk SD" sahut teman gue.

"Perasaan baru kemaren kita nakal bareng,berantem dibakom sekolah,bolos"

Gue jadi tertawa sendiri,sedih sendiri

"Dan sekarang kita tiba-tiba udah berada ditempat yang jauh dari kita dulu,sekarang kita udah kenal cinta dan barusana aja kemarin patah hati." sahut gue lagi.

"Kita gak bakalan kayak gini terus,kita harus berubah. Bukan lagi anak kecil"

"Sebentar lagi,semua dari kita bakalan pergi dan ngejar cita-citanya masing-masing. Gue pengen pas kita nanti ketemu lagi,kita sama-sama udah jadi orang sukses,kawan" sambung gue lagi.

Semuanya serentak mengatakan amin. Ada kebahagian dan haru kecil disana. Ditengah deru dan ributnyanya masa lalu yang lalu lalang didepan kita.

"Gue harus sukses" kata gue dalam hati sambil senyum.

Kita semua menggaduh sampai malam dipinggir jalan,ngingat semua tentang kita dulu.
Tentang bagaimana anak-anak yang baru saja besar dan kenakalannya dulu. tentang teman,persahabatan,kenakalan,sampai kisah cinta masing-masing dari kami. Ada rasa yang timbul dan tak ingin malam ini cepat berakhir,ada tentang membicarakan ketololan kami. Semua tentang kita. Ah,gue jadinya pengen nangis nih. Gue jadi ngerasa ini malam terakhir,padahala masih ada waktu setahun lagi buat kita puas-puasin jadi remaja. Sebelum kita semua pergi ke desa orang untuk jadi orang.

Hingga jam 2 malam,kita baru beranjak dari tempat kami berpijak dan terinjak,semuanya kembali kerumah masing-masing dengan perasaan sendiri-sendiri. Mungkin bagi yang lain ini bukan apa-apa,tapi bagi gue ini sesuatu yang berharga. Gue memilih diam dalam perjalana pulang hingga sampai kedalam kamar gue terus berpikir. Mungkin. Apakah dunia terlalu cepat berputar hingga kami telah tumbuh besar? Gue berpikir tentang perubahan yang sudah terlalu besar terjadi pada anak-anak seperti gue. Gue masih pengen jadi anak-anak tapi mau gimana gue udah terlalu tua untuk itu? Yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menerima bahwa perubahan yang telah menjadikan kami besar dengan kenangan-kenangannya yang telah menjadi tulang buat hidup kami.