Sejak pagi aku jadi pecandu rindumu
Terbang sendiri,layu sendiri kemudian mati
Bibirku dihantam bisu
Sejenak rehat,hati hanya bisa tersenyum masam,kemudian kembali meminta
Rindu padamu menghantam dadaku berkali-kali,bertubi-tubi
Menyisakan ampas yang seterusnya membuatku minta lagi
Rindu padamu adalah candu yang tak bisa terhenti
Hanya saja membisu namun kembali datang lagi
Rindu adalah satu sayap
Kamu juga satu sayap
Maka kamu dan rindu padamu adalah sepasang sayap
Menerbangkan aku hingga jauh,jauh sekali
Narkoba
Rindumu layaknya narkoba
Adiktif pada dada dan kepala
Loyo-loyo bertingkah mengoyangkan dan membuat gila
Luar biasa,hingga kini candu masih mengudara dengan bebas
Ya,aku jadi pecandu pada narkoba
Narkoba rindumu yang terus berkhotbah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar