Sudah berapa lama kita tidak bertemu? Kau tahu,telah berapa banyak rindu yang menumpuk di kalbu,yang setiap harinya minta di utarakan di hadapanmu? Hubungan kita saat ini bagai pabrik rindu yang tak pernah berhenti menderu,setelah jarak memperlakukan kita dengan semena-mena. Apa menurutmu aku tengah membual sekarang? Tidak sayang,tidak.
Setiap harinya ku sisipkan sedikit demi sedikit rasa iri melihat teman-temanku dengan kekasihnya,sedangkan aku? Kita? Di sini cuma ada aku yang merasakan sakitnya,sementara kamu di sana? Entah tengah bahagia bersama yang lain atau apalah itu aku tak mengerti. Kita tak pernah benar-benar menjadi kita. Jarak menempatkan aku menjadi orang yang bermuka dua. Satu sisi aku ingin terus menjaga hubungan ini,di sisi lain aku terus menerus merindu dan tak bisa bertahan seperti ini. Aku ingin seperti orang lain yang hubungannya tak disesatkan ambigu dari orang lain yang memandang kita.
Kita beda dengan mereka. Dunia tak pernah kecil bagi kita,hubungan jarak jauh adalah siksaan yang diam-diam menghancurkan kita.Dan semua hal tak pernah jadi menjadi sederhana. Aku tidak tau ini semua kapan berlalu.
Aku ingin memberi tahumu,bahwa aku menuliskan surat ini dibawah temaramnya hati yang tak satupun orang mengerti. Kau tau,bagaimana hati ini membutuhkanmu disini? Aku tak meminta banyak,aku hanya butuh kamu sekarang,urusan besok terserah kamu. Yang penting bagaimana caranya kamu menjadi milikku hari ini. Karena kamu tidak sepenuhnya milikku ketika kamu jauh. Di dalam hatiku penuh dengan kamu,tapi apakah aku juga sepenuhnya dihatimu? Di dalam benakku cuma kamu,apakah kamu juga begitu? Di sela doaku juga ada kamu,apakah kamu juga? Di dalam dompetku tersimpan potretmu,apakah kamu juga?
Maaf,aku jika aku terlalu berlebihan menurutmu,tapi adakah yang berlebihan dari sekedar menanyakan kebalikan dalam sebuah hubungan yang dibatasi tembok tebal bernama jarak. Karena semua hal tak pernah jadi sederhana ketika kita dipisahkan jarak.
Setelah membaca ini,bisakah kau luangkan waktumu untuk membalas suratku?
Aku,yang merindukanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar