Soreeee! Soreang.. soreang sore makan kacang. Ketemu lagi,udah lama nih gak nge-post,soalnya kemaren-kemaren internet gangguan,maklumlah lagi ada konflik batin antara pemilik,laptop,dan jaringan internetnya jadi gini deh. Sore ini,gue mau bahas tentang Rindu lagi. Satu hal yang bertemakan rindu selalu lebih syahdu. Uuu.. lalaaa...
Rindu adalah ruang hampa udara yang isinya hanya perasaan tentang kita,tentang bagaimana kita bisa bertemu. Rindu identik dengan tidak ketemu kamu,biasanya perasaan ini selalu datang pada musim hujan. Didepan kaca jendelal besar,dengan derai air hujan yang mengalir pelan menelusuri kaca dan membuat lekuknya sendiri. Rindu adalah perasaanku saat ini,merindukanmu dengan seluruh jiwa yang ada.
Rindu dalam hujan,bukan asing bagiku. Aku menikmati tiap detiknya dalam angan yang berterbangan yang semuanya berisikan tentang kamu,tentang bagaimna kita dulu. Entah,sudah berapa waktu dalam hujan yang kuhabiskan dengan merindukanmu disamping ampas-ampas kopi yang tak pernah bisa mati. Setiap waktunya aku melalui rindu in dengan khidmat,dengan begitu tenang,dan airmata yang sedikit nyala seperti kunang-kunang.
Merindukanmu dalam hujan sama halnya dengan mencintai dalam diam. Perasaan yang datang hanya sendirian,membawa belati yang siap menerkamku sendirian. Ada sakit yang besar disana dan sebenarnya juga ada tangis yang begitu terngiang. Untung saja saat hujan,suaraku sedikit tak terdengan ketika menjerit merindukanmu dalam kegilaanku. Luar biasa.
Kamu,wanita yang selalu ku rindu dalam hujanku. Dalam bagaimana mendung memperlakukan pagi dan siang hari menjadi murung. Juga bagaimana hujan memperlakukan tanaman untuk tembuh subur setiap hatinya. Merindukanmu sama halnya seperti menyirami kedukaan namun menumbuhkan keceriaan. Karena setiap berduka atas kepergianmu dan menrindukanmu juga aku selalu bahagia,mungkin aku gila. Aku bahagia karena aku bersyukur Tuhan tidak mengambil semua tentangmu dalam hatiku,setidaknya masih ada rindu yang masih bertahan disitu,dihati batu milikku yang memilih untuk terus menunggumu.
Aku tak tau,sampai kapan merindukanmu menjadi makananku dalam hujan,cemilan pengisi perasaan. Aku juga tak tau sampai kapan hujan dan rindu padamu didalamnya ini akan berakhir. Nyatanya,yang ku ketahui cuma satu,dari semua yang kutulis pada sore yang selalu ku benci ini. Bahwa Rindu adalah tanaman hati yang paling tumbuh dengan subur dimusim hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar